UIN Syekh Wasil Kediri Perkuat Akses Pendidikan Lewat Workshop Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL)

KEDIRI – Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri menyelenggarakan Workshop dan Coaching Clinic Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada 8–9 April 2026. Langkah ini diambil sebagai komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan adaptif terhadap pengalaman kerja masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan pakar nasional, Dr. Nur Asiyah, S.S., M.A., dari UIN Raden Mas Said Surakarta. Workshop ini diikuti oleh jajaran pimpinan fakultas, ketua program studi (kaprodi), sekretaris program studi, serta dosen di lingkungan UIN Syekh Wasil Kediri.

Penguatan Regulasi dan Konsep
Pada hari pertama, Rabu (8/4), fokus utama kegiatan adalah pendalaman konsep dan tata kelola RPL. Dr. Nur Asiyah memaparkan bahwa RPL merupakan sistem yang mengakui capaian pembelajaran dari pengalaman masa lalu—baik formal, nonformal, informal, maupun pengalaman kerja—untuk dikonversi menjadi sks (satuan kredit semester).
Implementasi ini didasarkan pada landasan hukum yang kuat, termasuk UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi serta Permendikbudristek No. 41 Tahun 2021 dan No. 53 Tahun 2023. Peserta dibekali pemahaman mengenai perbedaan RPL Tipe A dan Tipe B, strategi promosi, hingga sistem pembiayaan dan administrasi akademik.

Coaching Clinic dan Penyusunan Instrumen
Memasuki hari kedua, Kamis (9/4), kegiatan berlanjut ke sesi coaching clinic yang bersifat teknis. Para pengelola program studi mendapatkan pendampingan langsung dalam menyusun perangkat administrasi yang dibutuhkan untuk menjalankan jalur RPL.
Fokus teknis tersebut meliputi pemetaan mata kuliah yang dapat direkognisi, penyelarasan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), hingga penyusunan instrumen asesmen berbasis pengalaman. Hasilnya, masing-masing prodi berhasil menyusun draft awal dokumen administrasi dan pedoman operasional RPL.

Menuju Kampus Inklusif
Ketua LPM UIN Syekh Wasil Kediri menegaskan bahwa workshop ini merupakan langkah strategis untuk menjadikan kampus lebih fleksibel. Dengan adanya sistem RPL, masyarakat yang telah memiliki pengalaman kerja luas dapat menempuh pendidikan tinggi tanpa harus memulai dari nol, selama kompetensinya terbukti relevan dengan kurikulum akademik.
Melalui kegiatan ini, UIN Syekh Wasil Kediri menyatakan kesiapannya untuk segera mengimplementasikan program RPL secara akuntabel dan sistematis, sekaligus menjadi inovasi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

Berita Lainnya