PIMPINAN DAN LPM UIN SYEKH WASIL KEDIRI GELAR RAPAT TINJAUAN MANAJEMEN DAN RAPAT PIMPINAN 2025

Sabtu – Minggu, 22 – 23 November 2025, pimpinan universitas, dalam hal ini digerakkan oleh Satuan Pengawas Internal dan Lembaga Penjaminan Mutu, mengadakan kegiatan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) dan Rapat Pimpinan (Rapim) di Auditorium Perpustakaan Lantai 4 dan Aula Rektorat Lantai 4 UIN Syekh Wasil Kediri. Kegiatan ini bersifat rutin di akhir tahun, sebagai tindak lanjut dari hasil evaluasi audit mutu internal dan eksternal. Pertimbangan atas setiap alternatif solusi akan menjadi pijakan kinerja di tahun 2026. Hadir dalam kegiatan ini adalah seluruh jajaran rektorat, senat, dekanat, kaprodi, dan ketua unit kerja berjumlah 80 orang.

Pada hari pertama, 22 November 2025, RTM dipimpin oleh rektor, Wahidul Anam, secara langsung. Dalam sambutannya, rektor memberikan arahan dan penjelasan mengenai RTM dan Rapim. Sedangkan Ketua Senat, Nur Ahid, memaparkan beberapa hal: RPS OBE yang harus segera dilengkapi oleh seluruh dosen dan setiap mata kuliah; saran untuk rekrutmen dan kaderisasi para auditor baru dari tiap fakultas; pengecekan keabsahan dan kebaruan referensi dan penggunaan artificial intelligence (AI) untuk mendukung pembelajaran mahasiswa; juga penghargaan kepada dosen berupa bantuan dana penerbitan buku tiap tahun demi peningkatan kualitas dosen.

Agenda selanjutnya adalah pembacaan hasil AMI 2025 oleh Kepala Pusat PPAP LPM, Zuraidah. Skor AMI tiap prodi, UPPS, dan unit kerja ditampilkan. Diakhiri dengan “AMI AWARDS”, di mana prodi, UPPS, dan unit kerja terbaik diberikan sertifikat penghargaan.

Memasuki acara inti RTM, rektor memberikan paparan mengenai kondisi eksisting UIN saat ini, kemajuan proses ortaker, masalah dan potensi masalah, serta positioning kampus diantara kampus lain yang menjadi pesaing: kampus swasta dan Universitas Terbuka, yang memberikan lebih banyak kemudahan dalam hal fleksibilitas waktu kuliah dan biaya yang lebih rendah.

Ketua LPM, Muniron, menambahkan urgensi RTM terhadap keberlangsungan penjaminan mutu kampus. Akar masalah dari setiap temuan masalah harus ditemukan secara tepat. Sehingga nantinya menghasilkan solusi yang tepat, tindak lanjut yang tepat, pembuatan kebijakan yang tepat, dan akhirnya membuat mutu kampus terus meningkat (continuous improvement). 

Langkah riil dalam pembahasan di RTM ini adalah peserta dibagi menjadi 3 komisi, yang masing-masing membahas isu pada tiap bidang. Komisi I adalah bidang tridharma perguruan tinggi, Komisi II membahas bidang tata kelola dan keuangan, serta Komisi III adalah bidang kerjasama dan kemahasiswaan. Masing-masing komisi dipimpin oleh wakil rektor sesuai bidangnya, didampingi oleh dua sekretaris dari Gugus Penjaminan Mutu fakultas. Kegiatan ini diakhiri dengan sidang pleno berupa paparan per komisi oleh ketua dan sekretaris komisi dan penandatanganan berita acara RTM.

Pada hari kedua, 23 November 2025, rektor memberikan tanggapan atas hasil sidang 3 komisi yang telah dilaksanakan sehari sebelumnya. Dilanjutkan dengan paparan materi utama Rapim dari Prof. Noorhaidi Hasan, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D., Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, berjudul “Penguatan Tata Kelola dan Kepemimpinan Transformasional Paska Alih Status UIN Syekh Wasil Kediri”. Sesi ini dimoderatori oleh Ketua Satuan Pengawas Internal, Noer Hidayati.

Prof. Noorhaidi menyampaikan tantangan yang dihadapi kampus paska alih status, pentingnya kepemimpinan transformasional, penguatan tata kelola, integrasi keilmuan, pemberdayaan SDM, serta penguatan ekosistem riset dan inovasi. Selain itu, penting juga kampus menjadi inklusif, mengembangkan kualitas dan kuantitas mahasiswa, serta penguatan dan tindak lanjut kerjasama nasional dan internasional.

Sebagai penutup, beliau menyampaikan bahwa alih status adalah perjalanan transformasional yang panjang, penuh peluang, tapi juga tantangan. Perubahan perlu visi yang jelas dan komitmen kolektif dari seluruh sivitas akademika. Harapannya, kampus tidak hanya menjadi menara gading, tapi juga jantung perubahan bangsa. (Fatma)


Berita Lainnya